Minggu, 19 Oktober 2014

Naik Lawu Via Cetho bermodalkan nekat

senin 19 agustus 2014
niatnya cabut sekolah gara2 ada jadwal taruna, tapi binggung mau kemana soalnya keluar rumah udah jam setengah limaan. Akhirnya muncul ide cemerlang setengah gila yaitu naik gn lawu via candi cetho, jalur pendakian ini bisa dibilang cukup berat bahkan menurut gue sangat berat. berbekal sepatu pdl dan ransel isi mantol, celana training, bekal makan siang dan air minum 2 liter akhirnya stang motorpun gak bisa dibelokan untuk membatalkan niat itu.

berangkat dari sragen jam 04.30 dan tiba di candi cetho 05.30an udah di suguhi sunrise yang muncul dari balik gunung lawu, lanjut untuk bayar restribusi 1000 perak + masuk candi cetho 3000 perak pendakian single ini pun di mulai. menyusuri pelataran candi cetho menuju candi kethek terdapat jurang di sisikiri kita yang sangat dalam tetapi luar biasa indahnya. sampai di candi kethek terdapat 2 rombongan yang sedang ngecamp disini. lanjut menuju pos 1 melalui jalan setapak di samping candi kethek kita dapat menyaksikan ladang petani di sebelah kiri . jalur menuju pos 1 belum terlalu sulit, 1 jam kemudian tibalah di pos 1 untuk beristirahat sejenak sekitar 10menit.

setelah beristirahat sejenak untuk sekedar menarik nafas pendakian pun kembali dimulai, jalan menuju pos 2 ini tidak jauh bedan dgn sebelumnya, tetapi mulai dijumpai banyak tanaman berduri di kiri kanan jalan. disarankan menggunakan celana panjang dan kaos panjang karena duri2 ini dapat melukai kita. cukup 1 jam setengah untuk menuju pos 2 ini. di pos 2 ini terdapat sebuah pohon besar yang dililiti kain putih. dan suasana cukup mencekam apalagi saya sendiri kala itu rasanaya BRrrrrr.. merindingg. 5 menit saya cukupkan beristirahat di pos 2 karena suasana tak memungkinkan bagi saya.

lanjut menuju pos 3, baru terasa naik gunung yang sesungguhnya. disini treknya lumayan nanjak curam dan tanahnya licin, harus extra hati hati ini heheh :D. dapat di jumpai semak2 kering dan pohon2 kecil disini, dari pos 2 menuju pos 3 hanya berkisar 1 jam 15 menitan sudah tiba di pos 3 dan gue memutuskan untuk lanjut lagi ke pos 4.

perjalanan menuju pos 4 lumayan ekstrim, kita harus melalui tanjakan yang cukup tajam dengan kondisi tanah gambut yang cukup licin. oia sedikit info mulai dari pos 2 sampai pos 4 di sebelah kanan terdapat lembah yang sangat dalam dan jurang. jadi selalu berhati2 jika melewati jalur ini.di jalur pos 3 menuju pos 4 banyak dijumpai pipa2 yang sudah tidak terpakai lagi.
sesampainya di pos 4 langsung merebahkan badan dan lepas sepatu untuk sekedar melemaskan otot yang sudah mulai kaku.
cukup lama istirahat di pos 4 sekitar setengah jam lanjut menuju pos 5. melewati dua pohon cemara besar yang di sebut cemoro kembar , lintasan tidak terlalu terjal. melewati jalan yang berupa susunan batu setelah itu terlihat hamparan sabana, lanjut naik bukit lagi menuju sabana selanjutnya. tak lama tibalah di pos 5 yang ada di sabana, gatau kenapa disini samar2 terdengar suara auman macan dari atas bukit, karena merinding gapeduli cape gapeduli pegel lanjut aja cari tempat yang aman untuk break.
tiba di sebuah genangan air semacam break sejenak untuk minum air mineral, 30 menit langsung lanjut lagi

tiba di sebuah kompleks bebatuan yang di sebut pasar dieng/pasar setan. disini jalur cukup sulit, saya hanya mengikuti kata hati dan kaki melangkah pasar setan pun dapat dilalui. lanjut menjelajahi sabana yang cukup panjang terlihat hargo dalem sudah dekat. suasana mistis sangat terasa sekali di sini karena konon disinilah tempat raja brawijaya v bertapa. terdapat rumah2 kayu dan tempat istirahat. disini juga terdapat warga yang menjaga hargo dalem ini. lepas hargo dalem terdapat 3 jalur yang memisahkan para pendaki, ada yang ke hargo dumilah, cemoro kandang, dan ada yang ke warung mbok yem. nah disini saya mulai menggeleng2kan kepala kareana di puncak gunung yang berketinggian kurang lebih 3.200m terdapat warung pecel. tapi saya tidak menyempatkan ke warung itu karena dalam hati nanti ajalah pulangnya. lanjut ambil rute ke hargo dumilah. dan sekitar jam 3 saya menginjakan kaki untuk pertama kalinya di hargo dumilah ini. istirahat sejenak menikmati pemandangan gn lawu lalu jam 5 saya memutuskan untuk turun kembali bersama rombongan pecinta alam dari magelang via cemoro sewu. pikirku nanti untuk ambil motor ke candi cetho naik ojeg ajalah, karena trek cemoro sewu tidak terlalu ekstrim seperti trek candi cetho.

banyak pelajaran yang saya ambil, saya akui saya anak yang nakal karena untuk naik gunung lawu harus "cabut" sekolah. tapi dibalik itu saya sangat bersyukur karena tuhan telah memberi kekuatan dan kemudahan kepada saya untuk mendaki gn lawu via candi cetho. karena trek yang saya lewati adalah trek yang lumayan ueddann apalagi untuk pemula seperti saya ini. apa daya ini semua saya lakukan karena kakak kandung saya seorang ketua pecinta alam di sebuah universitas di semarang. jadi sayapun gak mau kalah dengan dia meskipun harus mendaki single dgn peralatan seadanya dan waktu yang sangat mepet.
kesenangan terjadi tapi penyesalan terjadi karena hp mati tidak bisa foto2 deh hanya terjepret 4 foto waktu perjalanan pos 2 menuju pos 3.

sekian catatan perjalanan "NEKAT" saya. saya akhiri wasalamuallaikum Wr.Wb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar